Kamis, 25 April 2013

Perkembangan PAUD di Indonesia


Menurut Undang-Undang No 20, Pasal 1, Butir 14, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Di Indonesia sendiri PAUD telah ada sejak tahun 2001, namun PAUD baru dimasukkan ke UU pada tahun 2003, yaitu Undang-Undang No 20, 2003 tentang SikDikNas. PAUD merupakan suatu wadah untuk menampung anak-anak dalam memulai pengalaman awalnya. Hal ini berdasarkan keyakinan bahwa setiap anak memiliki potensi dalam dirinya yang harus dikembangkan melaui rangsangan. Usia dini merupakan fase yang penting dalam mengembangkan potensi anak.
Di Indonesia sendiri, pendidikan anak bagi usia dini ini sudah mulai ditanamkan oleh Ki Hajar Dewantara yang menekankan pentingnya budi pekerti bagi anak usia dini. Pendidikan bagi anak usia dini ini terus berkembang seiring berjalannya zaman. Dulu PAUD sangat sulit ditemui di desa-desa, PAUD hanya terdapat di pusat kota, sehingga jarak yang ditempuh orangtua untuk mengantar anaknya ke PAUD cukup jauh. Hal inilah yang menyebabkan banyak anak-anak yang tidak ikut bergabung dengan PAUD dan langsung masuk Sekolah Dasar. Namun kini, bahkan desa kecil sekalipun sudah memiliki PAUD. Ini merupakan suatu kemajuan pendidikan di Indonesia. Orangtua bisa dengan tenang melepas anaknya di PAUD sementara mereka bekerja. Tentu saja ini menguntungkan orangtua dan anak.
Dari apa yang terlihat, anak-anak sekarang lebih siap untuk masuk Sekolah Dasar dibanding anka-anak dulu karena mereka sudah memiliki sedikit gambaran dan bekal dala proses belajar. Ini juga merupakan suatu hal yang menguntungkan bagi hubungan guru dengan muridnya, karena guru akan lebih mudah mengajari muridnya dan muridnya lebih mudah menerima pembelajaran.
Kesimpulannya, keberadaan PAUD di Indonesia sangat membantu bagi semua pihak terkait, seperi orangtua, guru, dan anak. Harapan ke depan untuk PAUD di Indonesia adalah terus berkembang dan berkembang sehingga menghasilkan sistem pembelajaran yang lebih baik dari sekarang dan diharapkan setiap desa memiliki minimal satu PAUD untuk memberi kesempatan yang sama bagi seluruh anak di Indonesia demi mewujudkan kesejahteraan Indonesia.

Rabu, 10 April 2013

Go Back < Lee Seung Gi >


Romanization

Al su eomneun geu gyejeorui kkeut
‘naneun neoreul saranghago itdeongeolkka?’
Eodingae, uri hamkkehaetdeon geu manheun sigani
Son daheul deut eoje il cheoreom doedollyeojigon hae

Sunganmada nega tteoolla
Joyonghi natge ullideon geu moksori
Bomeul darmeun haessal gatatdeon neoui moseupkkaji
Eonjena neon naui maeireul hwanhage bichwosseo

Sunganmada nega tteoolla
Joyonghi natge ullideon geu moksori
Bomeul darmeun haessal gatatdeon neoui moseupkkaji
Aju jageun gieokdeul jocha yeojeonhi seonmyeonghae

Al su eomneun geu gyejeorui kkeut
‘naneun neoreul saranghago itdeongeolkka?’
Eodingae, uri hamkkehaetdeon geu manheun sigani
Son daheul deut eoje il cheoreom doedollyeojigon hae

Sunganmada nega tteoolla
Joyonghi natge ullideon geu moksori
Bomeul darmeun haessal gatatdeon neoui moseupkkaji
Eonjena neon naui maeireul hwanhage bichwosseo

Sunganmada nega tteoolla
Joyonghi natge ullideon geu moksori
Bomeul darmeun haessal gatatdeon neoui moseupkkaji
Aju jageun gieokdeul jocha yeojeonhi seonmyeonghae

Urin eodijjeum isseulkka?
Su manhatdeon gieokdeureul doedollyeobwa
Urin haengbokhaetdeon geolkka?
Al su eomneun maeumdeulman jejarie nama

Sunganmada nega tteoolla
Joyonghi natge ullideon geu moksori
Bomeul darma haessal gatatdeon neoui moseupkkaji
Ajikdo nan neoreul itji anha

Urin eodijjeum isseulkka?
Urineun haengbokhaetdeon geolkka?

English

The mysterious end of that season
‘I think, did I really love you?’
Somewhere, all those times that we were together
I look back to those times, as if I could touch it, as if it was yesterday

Each moment, I think of you
That voice that quietly rang with a low tone
Even your resemblance to the spring sunlight
You always brightly shined on my day

Each moment, I think of you
That voice that quietly rang with a low tone
Even your resemblance to the spring sunlight
Even the small memories are still so clear

The mysterious end of that season
I think, did I really love you?
Somewhere, all those times that we were together
I look back to those times, as if I could touch it, as if it was yesterday

Each moment, I think of you
That voice that quietly rang with a low tone
Even your resemblance to the spring sunlight
You always brightly shined on my day

Each moment, I think of you
That voice that quietly rang with a low tone
Even your resemblance to the spring sunlight
Even the small memories are still so clear

Where are we?
I look back at all those memories
Were we happy?
Only unknown feelings remain in the same place

Each moment, I think of you
That voice that quietly rang with a low tone
Even your resemblance to the spring sunlight
I still haven’t forgotten you

Where are we?
Were we happy?
sumber : youtube

Jumat, 05 April 2013

Mengapa Kita Lupa ??


Kita sering mengatakan, “aduh!! Aku lupa...” 
Sebelum kita melangkah lebih jauh, kita perlu tau ne apa sih lupa itu.
Lupa merupakan ketidakmampuan untuk memperoleh, memanggil, atau mengenali kembali informasi yang telah tersimpan atau masih tersimpan dalam long-term memory.
Terus kenapa kita bisa lupa?
Nah.. di sini ada EMPAT TEORI mengenai sebab terjadinya LUPA...
Semoga bermanfaat ^^


1.    Decay Theory (Teori Kemerosotan)
Teori Kemerosotan ini menyatakan bahwa lupa terjadi karena berlalunya waktu. Teori ini menyatakan bahwa ketika sesuatu yang baru dipelajari, ada zat saraf kimia yang membentuk ‘jejak’, tetapi seiring dengan berlalunya waktu, ‘jejak’ ini cenderung menghilang.
Ingatan sering mengabur seiring berjalannya waktu, tetapi teori kemerosotan saja tidak bisa menjelaskan proses terjadinya lupa. Sebagai contoh, dalam kondisi retrieval yang tepat, ingatan yang sepertinya sudah terlupakan dapat diambil kembali.
Contoh : Mahasiswa yang belajar hanya pada malam kuis,ia akan mengalami kelupaan jikalau bahan-bahan kuis tersebut tidak di baca kembali pada semester-semester berikutnya.

2.    Interference Theory (Teori Gangguan)
Teori ini menyatakan bahwa gangguan merupakan salah satu sebab terjadinya lupa. Teori ini menyatakan bahwa lupa bukan disebabkan hilangnya ingatan dari penyimpanan, tetapi karena ada informasi lain yang menghambat mengingat.
Ada dua macam gangguan, yaitu :
·         Gangguan Proaktif
Terjadi ketika materi yang telah dipelajari lebih dahulu mempengaruhi proses mengingat materi yang dipelajari kemudian.
Contoh : Tasya pertama kali belajar materi dalam kuliah filsafat kemudian mengikuti kuliah statistika, lalu ketika tasya belajar statistika, Tasya masih mengingat filsafat yang ia pelajari sebelumnya.
·         Gangguan Retroaktif
Terjadi ketika bahan yang dipelajari sesudahnya mengganggu retrieval informasi yang dipelajari sebelumnya.
Contoh : Bobby belajar materi dalam kuliah filsafat untuk kuis kemudian mengikuti kuliah statistika. Namun saat kuis, Bobby lebih mengingat pelajaran statistika dibanding filsafat.
3.    Reconstruction (Schema) Theory
Teori ini menyatakan bahwa informasi yang ada dalam memori berubah ketika kita berusaha untuk mengingatnya kembali. Informasi yang disimpan pada LTM terkadang berubah seiring waktu dan menjadi lebih mengarah kepada kepercayaan, pengetahuan, dan harapan kita. 
Ide skema ini awalnya diciptakan oleh Sir Frederick Bartlett di Cambridge University pada tahun 1930an. Bartlett (1932) tertarik pada bagaimana ekspektasi-ekspektasi memainkan aturan kritis bagi manusia untuk mengingat dan mengetahui kejadian-kejadian harian. Melalui schemata, pengetahuan lama akan menghasilkan informasi yang baru.
Sebagai contoh, ketika itu salah satu partisipan Bartlett membaca frase “sesuatu yang berwarna hitam keluar dari mulutnya” dan kemudian yang lain merepresentasikan “mulutnya berbusa”. Ringkasnya, teori schema secara akurat memprediksi bahwa orang tidak selalu menyimpan dan mengambi data seperti komputer mengambil data. Pikiran juga dapat mendistorsi kejadian saat ia menyandikan dan  menyimpan kesan dari realitas.

4.    The Theory of Motivated Forgetting
Teori ini menyatakan bahwa kita melupakan hal-hal yang tidak mengenakkan. Lupa didasari oleh informasi yang ingin dilupakan.
            Repression
            Menurut Freud, represi merupakan proses mental yang menyimpan kejadian emosional atau kejadian yang tidak mengenakkan di alam bawah sadar sehingga ingatan tersebut tidak dapat muncul kembali, namun suatu hal dapat menyebabkan ingatan itu muncul kembali.


Kamis, 04 April 2013

Testimoni Kuliah Online


 Kuliah online merupakan salah satu proses belajar yang melibatkan koneksi internet. Kuliah online ini tidak seperti kuliah biasa, dimana mahasiswa datang ke kampus dan mendengarkan penjelasan dari dosen. Dalam pembelajaran dengan sistem kuliah online ini memungkinkan mahasiswa untuk tidak hadir di kampus namun masih tetap bisa mengikuti perkuliahan. Seeiring dengan jalannya globalisasi, kuliah online ini memang dibutuhkan oleh mahasiswa untuk dapat mengikuti perubahan zaman yang akan terus berkembang dan berkembang.
Selain mempermudah proses pembelajaran, kuliah online ini juga membantu mahasiswa untuk mengerti bagaimana sebenarnya perubahan itu.  Di Indonesia sendiri mungkin sistem pembelajaran online ini sudah banyak digunakan. Namun terkadang ada kendala yang menyertai kuliah online ini misalnya masalah koneksi internet yang merupakan hal paling dasar yang dibutuhkan untuk pembelajaran online. Menurut saya, koneksi internet di Indonesia belum cukup baik untuk mendukung sepenuhnya pembelajaran online ini. Ada beberapa kendala dalam koneksi internet, yaitu : loading lama dan network error.
Ke depannya diharapkan pemerintah juga dapat mendukung pembelajaran online ini demi mendukung kemajuan generasi muda Indonesia dengan memperbaiki koneksi internet di Indonesia agar proses pembelajaran online lebih mudah dan lebih efisien dilakukan.