Minggu, 02 Juni 2013

Gaya Penataan Ruang Kelas



Ada beberapa macam gaya penataan ruang kelas...
Apa aja?
Ini dia....

1.     Gaya auditorium = gaya susunan kelas dimana semua murid duduk menghadap guru.
2.     Gaya tatap muka = gaya susunan kelas dimana murid saling menghadap.
3.     Gaya off-set = gaya susunan kelas dimana sejumlah murid (biasanya tiga atau empat murid) duduk di bangku, tetapi tidak duduk berhadapan satu sama lain.
4.     Gaya seminar = gaya susunan kelas di mana sejumlah besar murid (sepuluh atau lebih) duduk di susunan berbentuk lingkaran, atau persegi, atau berbentuk U.
5.     Gaya klaster = gaya susunan kelas dimana sejumlah murid (biasanya empat sampai delapan anak) bekerja dalam kelompok kecil.



Classical Conditionining



Teori belajar ini diungkapkan oleh Ivan Pavlov.

Istilah dalam Classical Conditioning

1.     Stimulus Netral merupakan stimulus yang tidak menghasilkan respon apapun.
2.     Unconditioned Stimulus (UCS) merupakan stimulus yang menghasilkan respon tanpa pembelajaran sebelumnya.
3.     Unconditioned Response (UCR) merupakan respon alami tanpa adanya pembelajaran sebelumnya yang dihasilkan secara otomatis dari UCS.
4.     Conditioned Stimulus (CS) merupakan stimulus netral yang menghasilkan respon setelah dipasangkan dengan UCS.
5.     Conditioned Response (CR) merupakan respon yang mirip dengan UCR yang muncul karena adanya CS.

Classical Conditioning adalah pembelajaran dari sebuah stimulus netral yang diasosiakan dengan UCS untuk menghasilkan CR yang mirip dengan UCR.

Contoh :
·         Gudang tua                                                     Tidak terjadi apa-apa
( stimulus netral)

·         Suara menyeramkan                                        Takut + Lari
( UCS)                                                             (UCR)

·         Gudang tua + Suara menyeramkan                 Takut + Lari
(stimulus netral) + (UCS)                                (UCR)
 
·         Gudang tua                                                     Takut + Lari
(CS)                                                                 (CR)   


Jumat, 31 Mei 2013

Apa Itu Serial Position Effect??



 Nah.. Pernah gak teman2 bilang gitu? Pasti pernah kan? 
Tengahnya itu maksudnya, pertengahan di sebuah cerita, bukan tengah yang lain ya teman2...^^
Kalo kita nonton acara reality show, kayak Master Chef atau X Factor, kita mungkin paling  mengingat siapa yang keluar pertama dan siapa yang menang? Bener ga??
Nah, itu namanya Serial Position Effect... Yuk kita bahas lebih lanjut....

Serial Position Effect
            Serial position effect adalah kecende  rungan mengingat hal-hal yang ada pada bagian awal dan bagian akhir dari sebuah daftar dengan sangat baik, dibandingkan dengan yang berada dibagian tengah. Hal ini juga terkait dengan efek primacy adalah istilah untuk mengingat dengan lebih baik hal-hal yang berada di bagian awal sebuah daftar dan efek recency yang merujuk pada mengingat hal di bagian akhir sebuah daftar.

Pada efek primacy, hal-hal baru pertama yang terdapat pada daftar dapat dengan mudah diingat karena akan dilatih lebih banyak atau menerima pemrosesan yang lebih elaboratif, dibanding dengan kata-kata berikutnya. Working memory relatif masih kosong dan dilatih lebih lama sehingga akan lebih sukses dikodekan dalam long term memory...

Pada efek recency, kata-kata terakhir yang ingin diingat kembali mungkin masih ada di working memory  atau karena kata ini lebih baru sehingga lebih mudah untuk diingat kembali..

Macam-Macam Hadist



Macam- macam hadits dapat dilihat dari dua segi, yaitu dari segi kuantitas yang meriyawatkanya, dan dari segi kualitas atau diterima dan ditolaknya hadits.

1. Hadits dari Segi Kuantitas

    Dari segi kuantitas yang meriwayatkan hadits terdiri dari 3 macam, yaitu :

a.      Hadits mutawatir
Hadits mutawatir adalah hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah orang secara terus menerus dalam setiap cobaan tanpa putus  dan secara adat para perawinya tidak mungkin berbohong.

b.      Hadits masyhur
Hadits masyhur adalah hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah orang banyak  tapi tidak mencapai derajat mutawatir.

c.       Hadits ahad
Hadits ahad adalah hadits yang diriwayatkan oleh seorang,dua orang atau lebih tapi tidak mencapai derajat hadits masyhur dan mutawatir.

2. Hadits dari Segi Kualitas

    Dari segi kualitas yang meriwayatkan hadits terdiri dari 3 macam, yaitu :

a.      Hadits sahih
Hadits itu adalah hadits yang sanadnya tidak terputus,diriwayatkan oleh orang adil,sempurna ingatanya kuat hapalannya tidak cacat dan tidak bertentangan dengan dalil atau periwayatan yang lebih kuat.
                                                                                                                                                 
Hadits sahih memiliki syarat-syarat berikut:
Ø  Sanadnya bersambung atau tidak terputus-putus
Ø  Orang yang meriwyatkannya bersifat adil, berpegang teguh pada agama,baik akhlaknya dan jauh dari sifat fasik
Ø  yang meriwayatkanya sempurna ingatan dan hafalannya (dhabit)
Ø  yang meriwayatkannya tidak ditolak oleh ahli-ahli hadis

Hadits sahih terbagi dua, yaitu :
1. Sahih lidzatihi adalah hadits yang memiliki sifat-sifat hadits yang diterima yang pengertiannya disebutkan di atas.
2. Sahih lighairihi adalah hadits yang tidak memiliki sifat diterima, tidak seperti hadits di atas, tetapi menjadi sahih, karena adanya hadits-hadits lain yang mendukung sehingga menjadikan sahih.

 b. Hadits hasan
Hadits hasan adalah hadits yang memenuhi syarat hadits sahih, tetapi orang yang meriwayatkannya kurang kuat ingatannya atau kurang baik hafalannya.
Hadits hasan terbagi dua, yaitu :
1. Hadits hasan lidzatihi adalah hadits yang memenuhi syarat hadits sahih tetapi perawinya kurang  baik hafalannya.
2. Hadits hasan lighairihi adalah hadits dhaif yang mempunyai syahid dari hadits dhaif lainnya.

c.Hadits dhaif
Hadits dhaif adalah hadits yang tidak lengkap syaratnya atau tidak memiliki syarat yang terdapat dalam hadits sahih dan hadits hasan.